Myanmar Memanas Terancam Perang Saudara

Share postingan ini

Situasi di Myanmar kembali memanas. Junta militer dilaporkan kembali melancarkan serangan udara ke kelompok anti-kudeta di Kota Sagaing akhir pekan kemarin.

Portal berita DVB melaporkan serangan udara terjadi saat tentara melancarkan serangan di daerah Pinlebu, Sagaing, barat laut Myanmar. Akibatnya saluran telepon dan internet terputus di beberapa distrik.

Dilaporkan pula bagaimana warga mendengar pesawat datang dan ledakan terjadi. Setelhanya, saluran telepon dan internet mati.

Seorang anggota Pinlebu Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) mengkonfirmasi hal ini. Namun, ia menegaskan tidak ada korban di antara kelompoknya dalam serangan udara itu.

“Kami tidak dapat menghubungi mereka karena internet dan saluran telepon padam,” kata kelompok anti junta itu, dikutip dari Reuters, Selasa (28/9/2021).

Sementara itu, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), pemerintahan bayangan yang dibentuk oleh anggota parlemen yang digulingkan dan menentang junta mengatakan, gudang senjata berisi granat berpeluncur roket, senjata kecil dan peluru telah disita dalam pertempuran itu. Dikatakan lebih dari 25 tentara pemerintah tewas.

Terjadi peningkatan pertumpahan darah di daerah seperti Sagaing setelah NUG menyatakan perlawanan secara resmi 7 September dan meminta PDF untuk menargetkan junta dan asetnya. Sebelumnya terjadinya pertempuran ini, junta memang kerap menutup akses internet, terutama di kota-kota, sebagai upaya untuk mengekang demonstrasi.

Sejak Kamis, militer telah memutus akses internet di 11 distrik yang dilanda konflik di Negara Bagian Chin dan di wilayah Magway.

Beberapa kelompok milisi juga mengaku bertanggung jawab atas ledakan sejumlah menara telekomunikasi yang dijalankan oleh Mytel, sebuah perusahaan yang sebagian dikendalikan oleh tentara.

Negara Asia Tenggara itu berada dalam krisis sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari. Ini mengakhiri satu dekade demokrasi dan memicu kemarahan di dalam dan luar negeri. Ini juga membentuk PDF untuk menghadapi militer.


Share postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *